Fenomena korupsi di Indonesia kembali disorot setelah pernyataan Muhadjir Effendy yang menyinggung penyebabnya dari sisi tak biasa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks khutbah Idulfitri 1447 Hijriah yang juga membahas isu ketahanan pangan dan keseimbangan kehidupan masyarakat. Muhadjir menekankan bahwa persoalan moral dalam kehidupan publik tidak bisa dilepaskan dari keadaan jiwa manusia. Simak selengkapnya hanya di Mafia Tanah.
Muhadjir Effendy Soroti Akar Korupsi
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, kembali menyoroti persoalan korupsi yang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Ia menilai bahwa penyebab korupsi tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomi atau lemahnya sistem pengawasan semata, tetapi juga harus dilihat dari sisi yang lebih dalam, yaitu kondisi spiritual manusia.
Menurutnya, banyak kasus penyimpangan yang terjadi bukan hanya karena kesempatan atau tekanan ekonomi, tetapi juga karena adanya krisis nilai dalam diri seseorang. Krisis ini membuat seseorang kehilangan pegangan moral dalam mengambil keputusan, terutama ketika berhadapan dengan kekuasaan dan tanggung jawab publik.
Ia menegaskan bahwa pendekatan spiritual penting untuk diperkuat dalam kehidupan sosial dan pemerintahan. Tanpa landasan nilai yang kuat, seseorang akan mudah tergoda untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain demi kepentingan pribadi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kelaparan Spiritual Jadi Sorotan Utama
Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa istilah “kelaparan spiritual” menggambarkan kondisi seseorang yang kehilangan nilai-nilai moral, etika, dan kepekaan terhadap kebenaran. Kondisi ini menurutnya tidak kalah berbahaya dibandingkan kelaparan fisik, bahkan bisa lebih merusak jika tidak disadari sejak awal.
Ia menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami kelaparan spiritual biasanya tidak lagi memiliki kontrol batin yang kuat dalam mengambil keputusan. Akibatnya, segala tindakan lebih didorong oleh keinginan pribadi tanpa mempertimbangkan dampak terhadap orang lain atau masyarakat luas.
Dalam kondisi seperti ini, lanjutnya, seseorang bisa dengan mudah terjerumus pada tindakan korupsi. Hal tersebut terjadi karena hilangnya rasa tanggung jawab moral dan lemahnya kesadaran bahwa jabatan atau kekuasaan adalah amanah yang harus dijaga.
Baca Juga: Jangan Abaikan! Balik Nama Sertifikat Bisa Selamatkan Tanah Anda Dari Sengketa
Pentingnya Ketahanan Pangan
Dalam penjelasannya, Muhadjir juga mengaitkan persoalan ini dengan pentingnya ketahanan pangan sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Ia menekankan bahwa manusia harus berada dalam kondisi cukup secara fisik agar dapat berpikir dengan baik dan mengambil keputusan yang rasional.
Menurutnya, ketika seseorang berada dalam kondisi kekurangan secara fisik, maka cara berpikirnya bisa terganggu. Hal ini dapat menyebabkan seseorang lebih fokus pada kebutuhan jangka pendek tanpa mempertimbangkan akibat jangka panjang dari tindakannya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kecukupan fisik saja tidak cukup. Manusia juga harus memiliki keseimbangan antara kebutuhan jasmani, mental, dan spiritual agar dapat menjalani kehidupan yang lebih stabil dan bertanggung jawab.
Penguatan Nilai Moral
Muhadjir Effendy mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai waktu refleksi diri. Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri secara menyeluruh, baik dari sisi spiritual maupun sosial.
Ia menjelaskan bahwa makna “kembali” dalam Idulfitri harus dipahami sebagai proses kembali ke kondisi yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih berintegritas. Hal ini mencakup upaya memperbaiki hubungan dengan sesama manusia serta memperkuat nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya keseimbangan antara kebutuhan fisik dan penguatan spiritual, diharapkan masalah seperti korupsi dapat diminimalisir secara bertahap.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com

