Walkot Eri Cahyadi pastikan Satgas Anti-Premanisme Surabaya siap bertindak cepat menghadapi mafia tanah dan laporan masyarakat.
Surabaya memperkuat keamanan dan perlindungan masyarakat dari aksi mafia tanah. Walkot Eri Cahyadi menegaskan bahwa Satgas Anti-Premanisme akan selalu siap tanggap saat ada laporan.
Langkah ini bertujuan menjaga ketertiban kota, memastikan hak warga tidak diganggu, dan menegakkan hukum tanpa kompromi terhadap praktik premanisme dan Mafia Tanah. Warga pun didorong untuk segera melapor jika menghadapi tindakan ilegal agar penindakan bisa berjalan cepat dan efektif.
Satgas Anti-Premanisme Surabaya Siap Tanggap Cepat
Kota Surabaya kini memiliki Satgas Anti-Premanisme yang siap bergerak cepat untuk melindungi masyarakat dari praktik premanisme dan mafia tanah. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa setiap laporan warga akan segera ditindaklanjuti.
Melalui sistem hotline dan Call Centre 112, warga dapat menyampaikan pengaduan, dan petugas dijanjikan akan tiba di lokasi maksimal 30 menit setelah laporan diterima. Kecepatan respons ini menjadi kunci untuk memastikan tindakan preventif dan penegakan hukum dapat dilakukan sebelum situasi memburuk.
Eri Cahyadi menegaskan, penanganan kasus juga harus tuntas dalam waktu 2×24 jam sejak laporan masuk, sehingga warga dapat segera merasakan perlindungan hukum dan keamanan di lingkungan mereka.
Koordinasi Lintas Lembaga Untuk Penanganan Maksimal
Satgas Anti-Premanisme yang dibentuk Surabaya melibatkan berbagai pihak dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tidak hanya TNI-Polri, tetapi juga Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan ikut berperan aktif dalam penanganan setiap laporan terkait mafia tanah dan aksi premanisme.
Kolaborasi lintas lembaga ini bertujuan memperkuat efektivitas penindakan dan memastikan penyelesaian kasus berjalan transparan serta tepat waktu. Dengan keterlibatan berbagai instansi, warga dapat memperoleh penanganan yang adil, sementara potensi konflik lahan atau intimidasi oleh pihak tak bertanggung jawab dapat diminimalisir.
Penyebaran Satgas Hingga Setiap Wilayah
Untuk memperluas jangkauan layanan dan mempercepat waktu tanggap, Satgas Anti-Premanisme akan ditempatkan di seluruh wilayah kota Surabaya. Unit-unit satgas rencananya akan hadir di Surabaya Barat, Utara, Selatan, Timur, hingga pusat kota.
Penyebaran ini memungkinkan satgas merespons laporan warga dari berbagai sudut kota secara cepat dan efektif. Eri menyebut bahwa pemilihan lokasi kantor satgas disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, sehingga setiap warga memiliki akses mudah untuk melapor.
Dengan langkah ini, seluruh Surabaya akan menjadi area yang lebih aman dan terkendali dari aksi intimidasi atau praktik mafia tanah.
Baca Juga: Rahasia Sertifikat Tanah, Kekuatan Warkah Yang Jarang Diketahui
Komitmen Melindungi Warga Surabaya
Eri Cahyadi menegaskan bahwa tujuan pembentukan satgas ini adalah memberikan rasa aman dan melindungi hak-hak warga. Ia mengimbau masyarakat yang menghadapi sengketa lahan atau menjadi korban intimidasi untuk tidak takut melapor.
Saya ingin warga Surabaya tidak ditekan, tidak dipaksa, dan tidak diintimidasi oleh orang-orang yang tidak mempunyai hak terhadap lahan yang dikuasai, ujarnya. Dengan kehadiran Satgas Anti-Premanisme, Surabaya diharapkan menjadi kota yang tidak hanya tertib tetapi juga memberi perlindungan nyata kepada warganya.
Kecepatan respons, koordinasi lintas lembaga, serta penyebaran unit di seluruh wilayah menjadi strategi utama untuk memastikan keamanan publik tetap terjaga. Langkah ini juga memperkuat keyakinan warga bahwa hukum ditegakkan tanpa kompromi, sehingga praktik premanisme dan mafia tanah dapat diminimalisir secara signifikan.
Jangan lewatkan update berita terbaru di seputaran Mafia Tanah serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari
- Gambar Kedua dari

