Jangan Salah! Ketahui Perbedaan Pecah Dan Pisah Sertifikat Tanah

Bagikan

Memahami perbedaan pecah dan pisah sertifikat tanah penting agar pemilik tanah tidak salah langkah administrasi.

Perbedaan Pecah Dan Pisah Sertifikat Tanah

Memiliki sebidang tanah dan sertifikatnya adalah bukti kepemilikan sah. Namun, tak jarang pemilik ingin membagi tanah untuk dijual, diwariskan, atau keperluan lain. Di sinilah muncul kebingungan antara pecah sertifikat dan pisah sertifikat yang memiliki konsekuensi berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting agar tidak salah langkah dalam mengurus administrasi tanah.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Mafia Tanah.

Memahami Esensi Perbedaan, Nasib Sertifikat Induk

Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Belinda Carissa Santoso, menyoroti bahwa masyarakat sering kali kesulitan membedakan pecah dan pisah sertifikat. ​Meskipun terdengar serupa, kunci perbedaan utama terletak pada nasib sertifikat induk setelah proses pembagian.​ Ini menjadi indikator krusial dalam menentukan pilihan yang tepat.

Belinda menjelaskan, ‘Perbedaan utamanya ada pada nasib sertifikat induk, di mana pecah induk tidak berlaku, sedangkan pisah induk tetap berlaku.’ Pernyataan ini jelas memisahkan kedua prosedur berdasarkan dampak pada dokumen asli kepemilikan tanah. Pemahaman hal ini membantu pemilik tanah membuat keputusan tepat sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan langkah selanjutnya, pemilik tanah perlu mempertimbangkan secara cermat apakah mereka ingin mempertahankan sebagian dari sertifikat induk atau sepenuhnya mengakhiri keberlakuannya. Pilihan ini akan sangat bergantung pada tujuan pembagian tanah dan rencana pengelolaan properti di masa depan.

Pecah Sertifikat Tanah

Pecah sertifikat tanah berarti membagi satu bidang tanah menjadi beberapa bidang baru yang masing-masing akan memiliki sertifikat terpisah. Setelah proses pecah sertifikat selesai, sertifikat induk yang lama secara otomatis dinyatakan tidak berlaku. Setiap bagian tanah yang baru dibentuk akan memperoleh sertifikat kepemilikan yang baru.

Layanan ini sangat cocok ketika pemilik ingin membagi habis seluruh bidang tanah. Misalnya, untuk tujuan penjualan seluruhnya, hibah kepada beberapa pihak, atau pembagian warisan kepada ahli waris yang berbeda. Tujuannya adalah agar setiap bagian tanah yang terpisah memiliki status hukum yang mandiri dengan sertifikatnya sendiri.

Sebagai contoh simulasi, jika tanah seluas 1000 m² dipecah menjadi tiga kavling 300 m² dan satu kavling 100 m², maka akan terbit empat sertifikat baru. Sertifikat induk akan dinyatakan tidak berlaku, dan setiap kavling memiliki sertifikatnya sendiri, misalnya dari 1 SHM menjadi 4 SHM baru.

Baca Juga: Hujan Deras Geser Timbunan Tanah, Proyek Tol IKN Terancam Ambles

Pisah Sertifikat Tanah

 ​Pisah Sertifikat Tanah​​​

Sebaliknya, pisah sertifikat tanah adalah prosedur untuk memisahkan hanya sebagian kecil dari tanah induk. Yang terpenting, setelah proses pemisahan ini, sertifikat induk tetap berlaku, namun dengan luasan tanah yang telah berkurang. Ini memungkinkan pemilik untuk tetap mempertahankan sebagian besar kepemilikan awal.

Proses pisah sertifikat ideal bagi pemilik yang hanya ingin melepaskan sebagian kecil dari tanah mereka. Misalnya, ketika ingin menjual sebidang kecil tanah di pojok properti, atau menyerahkan sebagian untuk pembangunan fasilitas umum. Sisa tanah yang lebih besar tetap berada di bawah sertifikat induk yang ada.

Simulasi pisah sertifikat dapat dilihat dari contoh tanah seluas 1000 m² yang ingin dipisahkan 100 m²-nya. Hasilnya, akan terbit sertifikat baru untuk 100 m² tersebut, sementara sertifikat induk tetap berlaku namun luasnya berkurang menjadi 900 m².

Prosedur Pengajuan ke Kantor Pertanahan (BPN)

Untuk pecah sertifikat tanah, pemohon harus menyiapkan dokumen seperti sertifikat asli, KTP, KK, surat permohonan, dan site plan. Berkas-berkas ini kemudian diajukan ke Kantor Pertanahan (BPN). Prosesnya meliputi pengukuran ulang, pemetaan bidang tanah baru, hingga penerbitan sertifikat-sertifikat baru untuk setiap bidang.

Sedangkan untuk pisah sertifikat tanah, syarat utama yang perlu dilampirkan adalah sertifikat asli, identitas diri (KTP), surat permohonan, bukti pembayaran PBB terakhir, dan peta tapak jika tersedia. Petugas BPN akan melakukan survei lapangan, pengukuran, pembuatan peta bidang, lalu menerbitkan sertifikat baru untuk bagian yang dipisah.

Kedua proses ini, baik pecah maupun pisah sertifikat, memerlukan pengajuan resmi ke BPN. Petugas akan memproses permohonan, melakukan pengukuran sesuai ketentuan, dan akhirnya menerbitkan sertifikat baru atau melakukan perubahan pada sertifikat induk sesuai dengan jenis layanan yang dipilih.

Jangan lewatkan update berita seputaran Mafia Tanah serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari wartabromo.com
  • Gambar Kedua dari sinarmasland.com

Related Posts

Wajib Tahu! Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Untuk Ahli Waris Biar Tidak Ribet

Bagikan

Ahli waris perlu memahami dokumen penting untuk proses balik nama sertifikat tanah agar berjalan lancar, ini membahas syarat dan prosedur. Proses balik nama sertifikat tanah sering menjadi hal penting yang…

Wajib Tahu! Sengketa Tanah Tak Harus ke Pengadilan, Ini Solusi Damainya

Bagikan

Sengketa tanah sering memicu konflik berkepanjangan di masyarakat, namun, warga bisa memilih jalur mediasi, musyawarah. Banyak orang langsung berpikir untuk menggugat ketika muncul sengketa tanah. Padahal, banyak cara lain yang…

You Missed

Wajib Tahu! Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Untuk Ahli Waris Biar Tidak Ribet

Wajib Tahu! Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Untuk Ahli Waris Biar Tidak Ribet

Wajib Tahu! Sengketa Tanah Tak Harus ke Pengadilan, Ini Solusi Damainya

Wajib Tahu! Sengketa Tanah Tak Harus ke Pengadilan, Ini Solusi Damainya

Sengketa Tanah Ujung Genteng Memanas! Kuasa Hukum Sebut Penggugat Tak Punya Bukti Sah

Sengketa Tanah Ujung Genteng Memanas! Kuasa Hukum Sebut Penggugat Tak Punya Bukti Sah

Terkuak! Dugaan Mafia Tanah Tol Tol Cisumdawu, Korban Minta Presiden Turun Tangan

Terkuak! Dugaan Mafia Tanah Tol Tol Cisumdawu, Korban Minta Presiden Turun Tangan

Heboh! Ketua PN Sumedang Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Mafia Tanah

Ketua PN Sumedang Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Mafia Tanah

Heboh! Dugaan Mafia Tanah Rp190 Miliar Tol Cisumdawu Dilaporkan ke KPK

Dugaan Mafia Tanah Rp190 Miliar Tol Cisumdawu Dilaporkan ke KPK