Walhi NTB mendesak pengusutan tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi, aktivitas tambang liar dinilai mengancam lingkungan.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kemarahannya atas dugaan maraknya aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Kongbawi. Aktivitas penambangan tanpa izin tersebut dinilai telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Simak dan ikutinterus informasi terbaru dan terviral lainya tentang Mafia Tanah yang hanya ada di Mafia Tanah.
Walhi NTB Soroti Aktivitas Tambang Ilegal
Walhi NTB menilai aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi telah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan. Padahal, praktik pertambangan tanpa izin jelas melanggar aturan dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan permanen.
Menurut Walhi, lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor utama maraknya tambang ilegal. Kurangnya penindakan tegas membuat para pelaku merasa aman menjalankan aktivitas penambangan tanpa memperhatikan dampak ekologis.
Walhi NTB menegaskan bahwa pembiaran terhadap tambang ilegal merupakan bentuk kelalaian serius. Jika tidak segera diusut, praktik serupa dikhawatirkan akan terus berkembang dan merusak kawasan-kawasan lain di NTB.
Ancaman Kerusakan Lingkungan Gunung Kongbawi
Aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi disebut berpotensi merusak hutan dan ekosistem sekitarnya. Pembukaan lahan tanpa perencanaan dan reklamasi dapat menyebabkan erosi serta hilangnya tutupan vegetasi.
Selain itu, penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan emas menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Limbah tambang yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
Kerusakan lingkungan tersebut juga meningkatkan risiko bencana alam seperti longsor dan banjir. Kondisi ini membahayakan keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Kongbawi.
Baca Juga: Awali 2026 Dengan Tindakan Tegas, PN Tarakan Eksekusi Tanah 2.000 m²
Dampak Sosial bagi Masyarakat Sekitar
Selain merusak lingkungan, tambang emas ilegal juga berdampak langsung pada kehidupan sosial masyarakat. Banyak warga yang bergantung pada sumber air dan lahan di sekitar Gunung Kongbawi untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
Jika sumber air tercemar, kesehatan masyarakat terancam dan produktivitas pertanian menurun. Hal ini berpotensi menurunkan pendapatan warga dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Walhi NTB mengingatkan bahwa dampak sosial dari kerusakan lingkungan sering kali bersifat jangka panjang. Kerugian yang ditimbulkan tidak sebanding dengan keuntungan sesaat dari aktivitas tambang ilegal.
Desakan Penegakan Hukum yang Tegas
Walhi NTB secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi. Penindakan dinilai harus menyasar seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik operasi tambang.
Menurut Walhi, penegakan hukum tidak boleh hanya berhenti pada pekerja lapangan. Pihak yang diduga menjadi pemodal dan pengendali aktivitas tambang ilegal juga harus dimintai pertanggungjawaban hukum.
Langkah penindakan tegas diharapkan dapat memberikan efek jera. Dengan demikian, praktik pertambangan ilegal di kawasan lindung dan wilayah sensitif lingkungan dapat dicegah di masa mendatang.
Dorongan Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
Kasus Gunung Kongbawi menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan lingkungan di NTB. Walhi menilai pemerintah perlu mengambil langkah sistematis dalam menjaga kawasan-kawasan ekologis penting.
Selain penegakan hukum, edukasi dan pemberdayaan masyarakat juga dinilai penting. Warga perlu diberikan pemahaman tentang dampak buruk tambang ilegal serta didorong mengembangkan alternatif ekonomi yang ramah lingkungan.
Walhi NTB berharap pengusutan tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga diikuti dengan upaya pemulihan lingkungan. Dengan komitmen bersama, kelestarian alam dan keselamatan masyarakat dapat terus terjaga.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di Mafia Tanah.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detikcom
- Gambar Kedua dari ANTARA News Mataram



